14.1. UTS/UAS susulan hanya diberikan kepada mahasiswa yang pada saat ujian diselenggarakan yang bersangkutan tidak mengikuti ujian karena :

(1) Menderita sakit dan diopname di Rumah Sakit (dibuktikan dengan surat keterangan opname dari rumah sakit).

(2) Mengalami musibah seperti kecelakaan lalu lintas, musibah kejahatan (dibuktikan surat keterangan dari kepolisian/ berwajib).

(3) Orang tua/keluarga kandung (sedarah/semenda) meninggal dunia waktu/dalam masa ujian (dibuktikan dengan surat kematian dan fotokopi kartu keluarga).

14.2. Mahasiswa yang berhalangan selain karena ketiga alasan tersebut tidak dapat mengikuti Ujian Susulan kecuali seizin Dekan/Pimpinan Fakultas yang bersangkutan

14.3. Menyampaikan surat permohonan dilampiri surat keterangan yang diperlukan kepada Petugas di Sekretariat Administrasi Akademik Universitas Widyatama paling lambat 3 (tiga) hari setelah masa UTS/UAS.

14.4. Universitas Widyatama tidak akan melayani permohonan UTS/UAS Susulan di luar waktu dan ketentuan seperti yang dimaksud di atas.

14.5. Pelaksanaan Ujian Susulan dilakukan secara terjadwal (dapat dilihat papan pengumuman). Mahasiswa yang berhalangan pada waktu yang dijadwalkan tidak diberikan lagi kesempatan ujian susulan.

14.6. Prosedur mendapat persetujuan Ujian Susulan (UTS/UTS) bagi mahasiswa adalah:

(1) Mahasiswa/wakilnya mengajukan surat permohonan (formulir disediakan oleh Biro Akademik Universitas Widyatama) untuk mengikuti UTS/UAS susulan dengan melampirkan :

a. Surat keterangan yang berkaitan dengan penyebab ketidak-ikut sertaan mengikuti UTS/UAS.

b. Fotokopi FRS dan tanda bukti pembayaran uang kuliah semester ganjil/genap tahun akademik yang sedang berjalan.

c. Focopy jadwal ujian UTS/UAS semester berjalan.

d. Menyampaikan surat permohonan dilampiri surat keterangan yang diperlukan kepada Petugas di Sekretariat Administrasi Akademik paling lambat 3 (tiga) hari setelah masa UTS/UAS berakhir.

(2) Menerima tanda terima surat permohonan UTS/UAS susulan semester ganjil/genap tahun akademik yang sedang berjalan dari Bagian Administrasi Akademik.

(3) Mengikuti ujian susulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(4) Dosen yang menguji di ujian susulan adalah dosen pengampu mata kuliah tersebut.

Buku Panduan Akademik